Context Before Myth
History should be understood before it is interpreted.
Seiring waktu, sebuah brand dapat membangun cerita.
Sebuah produk dapat menjadi semakin dikenal.
Sebuah collection dapat memiliki reputasi.
Sebuah peristiwa dapat diceritakan kembali berkali-kali.
Dan setiap kali sebuah cerita diceritakan ulang, ada kemungkinan bahwa interpretasi mulai bercampur dengan fakta.
CHAPELLIA ingin menjaga jarak tersebut.
Sebuah archive harus mampu membedakan antara:
what happened
dan
what we believe it means.
Keduanya dapat sama-sama berharga.
Tetapi keduanya bukan hal yang sama.
Karena itu, Curator Notes tidak dibuat untuk membuat setiap objek terdengar lebih penting daripada kenyataannya.
Jika sebuah produk memiliki konteks tertentu, konteks tersebut dicatat.
Jika sebuah peristiwa memang memiliki arti historis, alasannya dijelaskan.
Jika sesuatu masih merupakan interpretasi, ia harus diperlakukan sebagai interpretasi.
Dan jika sesuatu belum diketahui, tidak perlu dipaksakan memiliki jawaban.
Unknown is still a valid part of history.
Dengan prinsip ini, CHAPELLIA ingin archive tetap memiliki integritas bahkan ketika brand terus berkembang.
Di masa depan, mungkin akan ada lebih banyak cerita.
Lebih banyak collection.
Lebih banyak karakter.
Lebih banyak collector.
Dan mungkin beberapa bagian dari sejarah awal akan memiliki makna baru ketika dilihat dari masa depan.
Interpretasi dapat berubah.
Pemahaman dapat berkembang.
Tetapi catatan tentang apa yang benar-benar terjadi harus tetap memiliki dasar.
Karena archive bukan tempat untuk membuat masa lalu terlihat lebih besar.
It is a place to keep the past honest.
Dan ketika generasi berikutnya membaca arsip CHAPELLIA, kami ingin mereka dapat membedakan antara apa yang tercatat, apa yang ditafsirkan, dan apa yang masih menjadi pertanyaan.
Dengan begitu, sejarah tidak kehilangan sesuatu yang paling penting: kejujuran.
“Unknown is still a valid part of history.”
“It is a place to keep the past honest.”