Memberi Ruang untuk Keputusan yang Lebih Baik
Masalah dengan Terburu-buru
Kecepatan bisa membuat sebuah keputusan terasa selesai sebelum sebenarnya dipahami.
Ada momen ketika terus melangkah maju itu diperlukan.
Ada juga momen ketika berhenti adalah pilihan yang lebih bertanggung jawab.
Sebuah studio membutuhkan ruang untuk keduanya.
Melihat Lagi
Sebuah tinjauan kedua tidak selalu berarti keraguan.
Terkadang itu adalah disiplin.
Sebuah detail yang tampak perlu kemarin mungkin tidak lagi perlu setelah melihat keseluruhan objeknya.
Sebuah arah yang terasa meyakinkan saat berdiri sendiri mungkin tidak berfungsi dalam sistem yang lebih besar.
Melihat lagi menciptakan jarak antara reaksi pertama dan keputusan akhir.
Apa yang Dipertahankan
Sebuah studio tidak perlu mempertahankan semua yang diciptakannya.
Beberapa gagasan berguna karena mereka mengarah ke suatu tempat.
Beberapa berguna karena mereka menunjukkan apa yang seharusnya tidak diulang.
Beberapa hanya bagian dari proses belajar.
Nilai sebuah proses karena itu tidak diukur hanya dari berapa banyak yang bertahan darinya.
Membuat Keputusan dengan Restraint
Restraint bukan ketiadaan gagasan.
Ia adalah kemampuan untuk memutuskan gagasan mana yang layak mendapat ruang.
Ini berlaku untuk bentuk, detail, storytelling, sistem, dan komunikasi.
Semakin banyak yang perlu dikatakan, semakin penting kejelasan itu.
Standarnya
Standarnya bukan kesempurnaan di setiap momen.
Standarnya adalah kejujuran dalam keputusan.
Jika sesuatu perlu diubah, ubahlah.
Jika sesuatu tidak perlu, hilangkan.
Jika sesuatu berhasil, pahami mengapa ia berhasil.
Disiplin itu membuat keputusan-keputusan masa depan menjadi lebih baik.
Apa yang Tersisa
Studio harus tetap menjadi tempat di mana perbaikan itu mungkin terjadi.
Bukan karena segalanya harus terus berubah.
Tetapi karena tidak ada yang boleh dilindungi dari tinjauan kedua yang jujur.
Beri ruang untuk keputusan yang lebih baik.