Sebelum CHAPELLIA Memiliki Nama
Situasinya
Sebelum CHAPELLIA memiliki nama, ada hanyalah kehidupan.
Ada tanggung jawab yang datang seiring menjadi dewasa. Ada kebutuhan untuk membangun kehidupan yang bisa terus berlanjut, untuk menopang keluarga, dan untuk menemukan jalan ke depan ketika pekerjaan dan kesempatan tidak selalu mudah didapat.
Tidak ada awal yang megah.
Yang ada hanyalah kenyataan bahwa sesuatu harus dibangun.
Tekanan untuk Memulai
Kehidupan tidak selalu menunggu sampai kita siap.
Persaingan membuat kesempatan lebih sulit diraih. Ekspektasi menjadi lebih tinggi. Ketidakpastian tetap menjadi bagian dari hampir setiap keputusan.
Pada suatu titik, menunggu kesempatan yang sempurna berhenti menjadi solusi.
Pertanyaannya menjadi berbeda:
Apa yang bisa saya bangun dengan apa yang saya miliki?
Pertanyaan itu menjadi lebih penting daripada memiliki semua jawaban.
Menemukan Medianya
Fashion tidak dipilih karena diharapkan bisa menyelesaikan segalanya.
Ia dipilih karena fashion bisa terus hidup bersama seseorang.
Sebuah karya bisa dikenakan, diingat, disimpan, berubah oleh waktu, dan menjadi bagian dari identitas seseorang.
Kemungkinan itu membuat fashion lebih dari sekadar kategori produk.
Ia menjadi media untuk membangun sesuatu yang bisa bertahan lebih lama.
Sebelum Namanya Ada
Gagasannya sudah ada sebelum identitasnya lengkap.
Ada keinginan untuk membangun sesuatu yang bisa memiliki makna melampaui momen pembelian. Sesuatu yang bisa berkembang bersama orang-orangnya, objek-objeknya, dan chapter-chapternya.
Namanya datang belakangan.
Alasannya datang lebih dulu.
Apa yang Saya Coba Bangun
Saya tidak mencoba menciptakan sesuatu yang sekadar cukup lama ada untuk menghasilkan penjualan.
Saya ingin memahami apakah sebuah produk bisa memiliki kehidupan setelah transaksi.
Pertanyaan itu akhirnya membuka pintu menuju gagasan-gagasan tentang identitas, kepemilikan, sejarah, dan Archive.
Sistemnya belum terlihat saat itu.
Tetapi alasan untuk membangunnya sudah dimulai.
Apa yang Tersisa
Melihat kembali ke awal, bagian terpenting bukanlah mengetahui persis apa yang akan menjadi CHAPELLIA.
Itu adalah menerima bahwa langkah pertama harus terjadi sebelum seluruh jalannya terlihat.
Berawal dari kehidupan itu sendiri.