Apa yang Kami Pelajari dari Apa yang Tidak Berhasil
Tidak Semuanya Berhasil
Beberapa eksperimen akan gagal.
Beberapa akan ditinggalkan.
Beberapa akan mengungkap bahwa sebuah gagasan kurang berguna dari yang diharapkan.
Itu normal.
Sebuah proses eksperimental tanpa percobaan yang gagal mungkin berarti bahwa sangat sedikit yang sedang dijelajahi.
Kegagalan Adalah Informasi
Ketika sesuatu tidak berhasil, pertanyaan yang berguna bukan hanya:
Mengapa ia gagal?
Tetapi juga:
Apa yang ini ajarkan kepada kami?
Mungkin asumsinya salah.
Mungkin metodenya tidak sesuai.
Mungkin gagasannya membutuhkan bentuk lain.
Mungkin gagasannya seharusnya sekadar ditinggalkan.
Setiap jawaban memiliki nilainya.
Jangan Mengulang secara Membabi Buta
Sebuah eksperimen menjadi berguna ketika hasilnya mengubah perilaku di masa depan.
Jika sesuatu jelas tidak berhasil, mengulanginya tanpa alasan baru tidak menciptakan pembelajaran.
Catatannya seharusnya membantu keputusan-keputusan masa depan menjadi lebih terinformasi.
Beberapa Eksperimen Seharusnya Menghilang
Tidak setiap eksperimen perlu menjadi bagian dari pengalaman CHAPELLIA yang final.
Sebagian hanya milik prosesnya.
Itu bukan masalah.
Sebuah workshop berisi banyak percobaan.
Objek akhirnya hanya menunjukkan apa yang bertahan dari keputusan-keputusannya.
Apa yang Tersisa
Eksperimennya mungkin tidak lagi ada secara fisik.
Tetapi pemahaman yang diciptakannya bisa tetap menjadi bagian dari perjalanannya.
Tidak semua yang kami coba memiliki tempat di bentuk akhirnya. Beberapa hal ada untuk mengajarkan kami apa yang bentuk akhirnya seharusnya tidak menjadi.