Membangun Sambil Terus Belajar
Kenyataannya
Membangun sesuatu tidak berarti mengetahui segalanya sebelum memulai.
Beberapa keputusan menjadi jelas hanya setelah pekerjaannya dimulai.
Sebuah sistem mengungkap sebuah masalah.
Sebuah proses mengekspos sebuah kelemahan.
Sebuah percobaan pertama menunjukkan apa yang hilang.
Belajar karena itu bukan sesuatu yang terjadi sebelum membangun.
Ia terjadi di dalamnya.
Kesenjangan Antara Gagasan dan Kenyataan
Sebuah gagasan bisa terlihat bersih karena ia belum bertemu kenyataan.
Kenyataan memperkenalkan batasan-batasan.
Waktu.
Sumber daya.
Orang-orang.
Keterbatasan teknis.
Keterbatasan fisik.
Masalah-masalah yang tidak terduga.
Kesenjangan antara gagasan awal dan hasil sebenarnya adalah tempat di mana banyak keputusan terpenting terjadi.
Apa yang Terjadi Selanjutnya
Responsnya tidak selalu bisa meninggalkan gagasan awalnya.
Terkadang gagasannya perlu berubah.
Terkadang implementasinya perlu berubah.
Terkadang ekspektasinya memang terlalu ambisius untuk tahap saat ini.
Yang penting adalah mengidentifikasi mana yang sebenarnya salah.
Belajar Tanpa Kehilangan Arah
Mengubah sebuah keputusan tidak berarti kehilangan arah.
Fondasinya bisa tetap ada sementara implementasinya berkembang.
Perbedaan itu penting.
CHAPELLIA bisa belajar cara membangun sesuatu yang lebih baik tanpa meninggalkan alasan mengapa ia ingin membangunnya sejak awal.
Bagian yang Belum Selesai
Akan selalu ada hal-hal yang belum selesai.
Itu tidak selalu menjadi kelemahan.
Sebuah sistem yang terus tumbuh seharusnya memiliki ruang untuk pekerjaan yang masih dipahami.
Yang penting adalah tidak berpura-pura bahwa pekerjaan yang belum selesai sudah selesai.
Apa yang Tersisa
Prosesnya menjadi lebih kuat ketika kesalahan bisa menjadi informasi.
Sebuah masalah yang didokumentasikan bisa menjadi sebuah pelajaran.
Sebuah pelajaran bisa memperbaiki keputusan berikutnya.
Keputusan berikutnya akhirnya bisa menjadi bagian dari sistemnya.
Kami sedang membangun sambil sedang belajar.