Foundation
Why CHAPELLIA Had to Begin
Mengapa CHAPELLIA harus dimulai?
CHAPELLIA berawal dari kehidupan itu sendiri.
Ada kebutuhan untuk membangun kehidupan yang lebih baik, ada tanggung jawab, ada ketidakpastian, dan ada kenyataan bahwa tidak semua jalan terasa mudah.
Dari sana muncul sebuah pertanyaan sederhana:
Apa yang bisa dibangun dengan alasan yang cukup kuat untuk terus dijalankan?
Fashion menjadi salah satu jawabannya.
Bukan karena fashion adalah sesuatu yang mudah.
Tetapi karena fashion memiliki kemampuan untuk hidup bersama manusia.
Sebuah pakaian dapat digunakan berulang kali. Dapat menjadi bagian dari keseharian. Dapat membawa identitas, pengalaman, dan waktu.
Dari situlah gagasan CHAPELLIA berkembang.
Bukan hanya membuat produk.
Tetapi membangun sesuatu yang dapat memiliki kehidupan lebih panjang daripada transaksi pertama.
Jadi sejak awal CHAPELLIA memang tidak hanya ingin menjual pakaian?
Tidak.
Produk tetap penting. Bahkan sangat penting.
Tetapi produk adalah awal dari hubungan, bukan akhir dari hubungan.
Kami ingin seseorang yang memilih sebuah produk dapat memiliki sesuatu yang memiliki identitas, sejarah, dan tempat dalam perjalanan CHAPELLIA.
Itulah mengapa Archive menjadi bagian penting dari fondasinya.
Why Build an Archive?
Mengapa sebuah brand fashion membutuhkan Archive?
Karena sesuatu yang dibuat hari ini bisa memiliki arti yang berbeda ketika dilihat bertahun-tahun kemudian.
Sebuah produk bukan hanya benda yang pernah dijual.
Ia memiliki waktu ketika dibuat.
Memiliki chapter.
Memiliki pemilik.
Memiliki perubahan.
Memiliki konteks.
Jika semuanya hilang setelah transaksi selesai, sebagian dari perjalanan tersebut ikut hilang.
Archive hadir untuk mencegah hal itu.
Bukan untuk membuat semua hal terlihat penting.
Tetapi untuk memberikan tempat bagi sesuatu yang memang layak diingat.
Apakah semua produk akan memiliki nilai sejarah yang sama?
Tidak.
Dan memang tidak seharusnya begitu.
Archive membutuhkan seleksi.
Ada sesuatu yang menjadi bagian dari fondasi.
Ada sesuatu yang memiliki signifikansi khusus.
Ada sesuatu yang merupakan bagian normal dari perjalanan.
Karena itu, klasifikasi Archive dan jenis konten harus tetap dibedakan.
Yang penting adalah sejarahnya dicatat dengan jujur.
Apa yang paling penting untuk dijaga?
Konteks.
Benda tanpa konteks hanya memberi kita object.
Dengan konteks, kita dapat memahami perjalanan di baliknya.
Siapa yang memilikinya.
Apa yang terjadi.
Mengapa keputusan tertentu dibuat.
Apa yang berubah.
Dan apa yang belum kita ketahui.
Archive bukan tempat untuk membuat masa lalu terdengar lebih indah.
Archive adalah tempat untuk membuat masa lalu tetap dapat dipahami.
Beyond the Purchase
Apa yang terjadi setelah seseorang membeli produk CHAPELLIA?
Menurut kami, justru di situlah bagian lain dari perjalanan dimulai.
Transaksi selesai.
Tetapi object mulai hidup bersama pemiliknya.
Dipakai.
Disimpan.
Dirawat.
Mungkin suatu hari berpindah kepada orang lain.
Setiap kemungkinan tersebut dapat menjadi bagian dari sejarah object.
Bagaimana jika ownership berubah?
Ownership boleh berubah.
History tetap ada.
Kami tidak ingin pemilik berikutnya menghapus perjalanan pemilik sebelumnya.
Sebaliknya, perpindahan ownership dapat menjadi chapter baru.
Object yang sama dapat memiliki beberapa pemilik sepanjang hidupnya.
Dan masing-masing dapat meninggalkan bagian dari sejarahnya.
Apakah itu berarti CHAPELLIA ingin mengontrol bagaimana sebuah produk diperlakukan setelah dijual?
Tidak.
Kehidupan sebuah object setelah pembelian berada di tangan pemiliknya.
Yang ingin dilakukan Archive adalah mencatat apa yang diketahui tentang perjalanan tersebut ketika informasi itu tersedia.
Bukan mengendalikan object.
Bukan menentukan apa arti object tersebut bagi seseorang.
Tetapi menghormati bahwa sebuah object dapat memiliki sejarah yang lebih panjang daripada satu transaksi.
Lalu apa tujuan akhirnya?
Bukan membuat sebuah produk terlihat abadi.
Tetapi membuat perjalanan di baliknya tidak mudah hilang.
Karena sebuah produk dapat berhenti diproduksi.
Sebuah chapter dapat berakhir.
Ownership dapat berpindah.
Tetapi sejarah tidak harus ikut berakhir.