Foundation
The Beginning
Sebelum ada produk, collection, character, atau Archive, ada sebuah kebutuhan untuk memulai.
CHAPELLIA berawal dari kehidupan itu sendiri.
Bukan dari keadaan yang sempurna.
Ada kebutuhan untuk membangun kehidupan yang lebih baik, tanggung jawab yang datang bersama kedewasaan, ketidakpastian, dan keinginan untuk menemukan sesuatu yang dapat terus dibangun.
Fashion kemudian menjadi medium.
Bukan hanya karena sebuah pakaian dapat dikenakan, tetapi karena sebuah object dapat hidup bersama seseorang.
Dari sana, sebuah pertanyaan mulai berkembang:
Bagaimana jika sebuah produk tidak harus berakhir ketika transaksi selesai?
Pertanyaan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar dari perjalanan CHAPELLIA.
Produk.
Identity.
Ownership.
Story.
Archive.
Semua mulai terhubung sebagai bagian dari gagasan yang lebih besar.
Dokumenter ini tidak mencoba membuat awal perjalanan terlihat sempurna.
Ia hanya mencatat bahwa pada suatu titik, CHAPELLIA memutuskan untuk mulai.
- Format
- Dokumenter
- Status
- Foundation
- Director
- [To be credited]
- Producer
- [To be credited]
- Written by
- [To be credited]
- Cinematography
- [To be credited]
- Editing
- [To be credited]
- Production
- CHAPELLIA
- Archive
- CHAPELLIA Archive
The First Object
Sebuah gagasan dapat hidup cukup lama hanya di dalam pikiran.
Tetapi pada suatu titik, gagasan membutuhkan bentuk.
Material harus dipilih.
Proporsi harus ditentukan.
Konstruksi harus dipikirkan.
Detail harus ditempatkan.
Sebuah keputusan harus diterjemahkan menjadi sesuatu yang benar-benar dapat disentuh.
Di situlah sebuah idea berubah menjadi object.
Documentary ini mengikuti perjalanan tersebut.
Bukan hanya melihat hasil akhirnya, tetapi memperhatikan proses yang berada di antaranya.
Percobaan.
Perubahan.
Koreksi.
Keraguan.
Keputusan.
Dan akhirnya, sebuah object yang dapat berdiri sendiri.
Object pertama bukan berarti object yang sempurna.
Ia adalah bukti bahwa sebuah gagasan berhasil melewati satu batas penting:
dari sesuatu yang dibayangkan menjadi sesuatu yang nyata.
Dan ketika object tersebut akhirnya berada di tangan seseorang, kehidupannya memasuki chapter yang berbeda.
Proses pembuatannya menjadi sejarah.
Object-nya menjadi bagian dari Archive.
Dan hubungan dengan manusia dimulai.
- Format
- Dokumenter
- Status
- Foundation
- Director
- [To be credited]
- Producer
- [To be credited]
- Written by
- [To be credited]
- Cinematography
- [To be credited]
- Editing
- [To be credited]
- Production
- CHAPELLIA
- Archive
- CHAPELLIA Archive
The People Behind the Chapter
Sebuah chapter tidak dibangun oleh satu object saja.
Dan tidak pula oleh satu orang saja.
Di balik setiap proses terdapat manusia.
Orang yang merancang.
Orang yang membuat.
Orang yang membantu.
Orang yang memberikan pendapat.
Orang yang hadir ketika sebuah keputusan harus dibuat.
Sebagian mungkin berada di depan kamera.
Sebagian mungkin tidak pernah terlihat.
Tetapi pekerjaan mereka tetap menjadi bagian dari hasil akhirnya.
Documentary ini tidak berfokus pada siapa yang paling penting.
Ia justru melihat bagaimana sebuah chapter terbentuk melalui banyak kontribusi yang berbeda.
Ada pekerjaan yang terlihat.
Ada pekerjaan yang hanya terasa ketika dilakukan dengan benar.
Ada keputusan kecil yang mungkin tidak pernah diketahui oleh orang yang melihat hasil akhirnya.
Namun semuanya bertemu pada satu titik:
sebuah chapter yang akhirnya menjadi nyata.
Karena ketika kita melihat sebuah object yang sudah selesai, mudah untuk melupakan berapa banyak manusia yang berada di belakangnya.
Documentary ini ada untuk mengingatkan bahwa setiap object memiliki manusia di belakangnya.
Dan setiap chapter memiliki lebih banyak cerita daripada yang terlihat dari hasil akhirnya.
- Format
- Dokumenter
- Status
- Foundation
- Director
- [To be credited]
- Producer
- [To be credited]
- Written by
- [To be credited]
- Cinematography
- [To be credited]
- Editing
- [To be credited]
- Production
- CHAPELLIA
- Archive
- CHAPELLIA Archive