The Standard of Finish
Finished does not simply mean completed.
Ada perbedaan antara sesuatu yang sudah selesai dibuat dan sesuatu yang benar-benar siap untuk menjadi bagian dari CHAPELLIA.
Sebuah produk tidak cukup hanya berhasil diproduksi.
Ia harus diperiksa.
Setiap bagian harus kembali dilihat sebagai satu kesatuan.
Konstruksi.
Proporsi.
Material.
Jahitan.
Detail.
Finishing.
Identitas.
Dan keseluruhan pengalaman ketika produk tersebut akhirnya berada di tangan pemiliknya.
Karena bagi CHAPELLIA, produksi bukan perlombaan untuk mencapai jumlah tertentu.
Tujuannya adalah memastikan bahwa apa yang keluar dari proses produksi memang layak membawa nama CHAPELLIA.
Jika terdapat sesuatu yang belum memenuhi standar, proses tidak seharusnya berhenti hanya karena produk sudah selesai secara fisik.
Sesuatu dapat diperbaiki. Dapat ditolak. Dapat dibuat ulang. Atau, jika memang diperlukan, keputusan dapat diambil untuk tidak melanjutkannya.
Tidak semua hasil produksi harus menjadi bagian dari archive.
Completion is not the same as approval.
Inilah alasan setiap production process membutuhkan pemeriksaan dan keputusan akhir.
Karena ketika sebuah produk akhirnya dilepas, CHAPELLIA bukan hanya mengatakan: "Produk ini sudah dibuat." Tetapi juga: "Produk ini sudah diperiksa dan siap membawa identitas kami."
Dan setelah itu, produk tersebut meninggalkan ruang produksi.
Ia masuk ke kehidupan nyata.
Dipakai. Disimpan. Dijaga. Mungkin berpindah tangan.
Dan suatu hari, kembali dilihat sebagai bagian dari sejarah CHAPELLIA.
Karena pada akhirnya, standar produksi tidak hanya berbicara tentang bagaimana sebuah produk dibuat.
Ia berbicara tentang seberapa serius kami menghargai benda yang kami minta seseorang untuk bawa ke dalam kehidupannya.
Make carefully. Check honestly. Release with purpose.
“Completion is not the same as approval.”
“Make carefully. Check honestly. Release with purpose.”