Before the Form
Before something becomes a product, it is first a question.
Sebelum sebuah produk memiliki bentuk, warna, ukuran, material, atau nama, selalu ada sesuatu yang datang lebih dulu: pertanyaan.
Mengapa benda ini perlu dibuat? Apa yang ingin disampaikan? Apa yang ingin dirasakan seseorang ketika menggunakannya?
Dan yang paling penting: apakah sesuatu yang kami buat benar-benar memiliki alasan untuk ada?
CHAPELLIA tidak ingin memulai dari keinginan untuk sekadar membuat lebih banyak produk.
Kami ingin memulai dari gagasan.
Karena sebuah pakaian dapat dibuat hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar. Tetapi sebuah pakaian juga dapat menjadi sesuatu yang lebih personal—sesuatu yang menemani seseorang dalam sebuah fase kehidupannya.
Dari situlah proses pengembangan dimulai.
Bukan langsung dari kain. Bukan langsung dari pola. Bukan langsung dari sebuah logo.
Tetapi dari mencoba memahami apa yang sebenarnya ingin dibangun.
Setiap detail kemudian menjadi bagian dari proses tersebut.
Bentuk harus memiliki alasan. Material harus memiliki alasan. Warna harus memiliki alasan. Proporsi harus memiliki alasan. Detail harus memiliki alasan.
Tidak semuanya harus terlihat oleh orang lain. Beberapa keputusan mungkin hanya diketahui oleh orang yang membuatnya. Dan itu tidak masalah.
Karena bagi kami, proses yang baik bukan tentang membuat sesuatu terlihat kompleks. Justru sebaliknya.
Semakin banyak hal yang dipertimbangkan di belakang sebuah produk, semakin sederhana hasil akhirnya seharusnya terasa.
Complexity belongs in the process. Clarity belongs in the result.
Pengembangan bukan tentang menemukan sesuatu yang sempurna sejak awal. Ia adalah proses mencoba. Melihat. Mengubah. Membuang sesuatu yang tidak diperlukan. Kemudian mencoba lagi.
Karena terkadang bentuk terbaik tidak datang dari menambahkan lebih banyak. Tetapi dari mengetahui apa yang harus dihilangkan.
Inilah alasan proses pengembangan menjadi bagian dari arsip. Karena produk akhir hanya menunjukkan apa yang berhasil dibuat.
Journal ini mengingat bagaimana kami sampai di sana.
“Complexity belongs in the process.”
“Clarity belongs in the result.”